BANDAR LAMPUNG, Pilarnesia.com — Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Ahmad Muzani mengajak para pendidik untuk memperkuat benteng moral dan karakter generasi muda di tengah derasnya arus disrupsi digital.
Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika, bukan sekadar hafalan, melainkan kompas etika kehidupan bermasyarakat yang kini menghadapi tantangan berat akibat dampak negatif media sosial,
“Negara kita semakin maju dan teknologi kian canggih, namun yang paling saya khawatirkan adalah dampak buruk media sosial terhadap anak-anak kita yang secara mental masih labil,” ujar Muzani di hadapan perwakilan Gabungan Pemuda Pembangunan Indonesia (GPPI) di Bandar Lampung, Selasa 27 Oktober 2026.
Legislator Gerindra ini juga menyoroti fenomena “strawberry generation” serta pergeseran budaya di kalangan remaja saat ini, mulai dari bahasa pergaulan yang kerap menormalisasi makian dengan bahasa yang kurang pantas, diikuti perubahan gaya berpakaian yang menabrak norma ketimuran, hingga menurunnya ketahanan mental generasi muda.
“Gawai memang ada manfaatnya untuk ilmu pengetahuan, tetapi mudaratnya juga luar biasa jika diserap tanpa saringan. Di sinilah peran vital bapak dan ibu guru serta orang tua untuk membimbing dan membentengi mereka dengan nilai-nilai agama serta budi pekerti luhur,” imbuhnya.